Telaga Ngebel, Ponorogo

Sepertinya sudah lama banget aku ga kesini. Aku teringat, terakhir kali ke Telaga Ngebel itu adalah saat belom lulus STM. Itu artinya sudah 11 tahun lebih. Dan setelah 11 tahun, pemandangan alam di Telaga ngebel ini masih tetap cantik dan mempesona.

Hanya saja, pas kesini kemaren ada banyak pandangan yang membuat kami merasa risih dengan banyaknya pasangan yang mesra-mesraan, tanpa mengenal malu pada sekitarnya. meskipun aku ke sini juga bersama Alif… tetep aja merasa malu dan risih dengan pandangan ini. Hehehe…, maaf, mungkin aku ga terbiasa melihatnya…

November 9, 2008 Posted Under: Foto, Jalan-jalan, Umum   Read More

Kisah Perjalanan Mudik 2008 (Tour d’Sumatera 1)

Byuh. Mudik buat kami bukan suatu yang sederhana. Mudik merupakan pekerjaan tersendiri yang harus direncanakan secara matang plus itung-itungan yang njlimet. Ada banyak hal yang harus disesuaikan dengan mudik ini. Dari itung-itungan jadwal pekerjaan, jadwal penerbangan, lama waktu mudik, dan yang paling penting adalah biaya mudik. Dan diantara itu semua, yang paling njlimet adalah itung-itungan biaya. Karena jarak yang  tidak dekat kalo di tempuh dari ujung indonesia paling barat ini.

October 29, 2008 Posted Under: Foto, Jalan-jalan, Umum   Read More

Moga Bunda Disayang Allah

mbdA

Penulis : tere-liye

Penerbit : Republika

Terbit : 2006

Tebal : 246 halaman

Review by      : Alifa Wahib

“Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna…. Senyap! Melati hanya mendengar senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada…”

Kisah ini bersetting di sebuah kota pelabuhan yang damai, dengan pantai yang indah dan dikelilingi oleh perbukitan. Kota yang tidak besar, namun juga tidak kecil ini sangat tenteram dan menyenangkan bagi penghuninya. Kota yang menjanjikan hari-hari yang indah meski di sana-sini terdapat kehidupan yang tidah selalu seindah kota ini, seperti hidup Melati…

August 11, 2008 Posted Under: Buku, Umum   Read More

Sabang, Kota Pensiunan

Betapa tidak, suasana kota Sabang sedemikian mendukung untuk pemberian judul di atas. Sabang yang damai, didukung perilaku masyarakat yang tenang dan berbeda dari yang lain. Geliat kehidupan yang tenang dan damai ini tercermin dari kesadaran yang lumrah dalam melakukan aktivitas, khususnya para swasta/pedagang di kota ini. Mari kita lihat suasana kota Sabang pada siang hari, selepas waktu Sholat Dzuhur mereka beristirahat dari aktivitas bisnisnya sampai selepas maghrib kembali membuka toko dan barang dagangannya. Suasana lengang pasti akan kita dapati pada jam-jam ini di kota Sabang, paling mencolok adalah suasana jalan perdagangan sebagai poros ekonomi kota ini.

August 11, 2008 Posted Under: Foto, Jalan-jalan, Kolom Teknologi, Umum   Read More

Persahabatan Malaikat Pencabut Nyawa

“Ini sebuah dongeng kuno tentang seseorang yang sakit, lalu di datangi oleh malaikatpencabut nyawa. Orang sakit itu lalu bertanya, ‘kau datang kepadaku sekedar ingin berkunjung atau ingin mencabut nyawaku?’ Malaikat itu menjawab bahwa dia datang sekedar berkunjung.”

“Orang itu lalu berkata lagi,’Demi persahabatan kita, jika waktuku mati kelak sudah dekat, tolong kirimkan utusan agar aku bisa bersiap-siap menghadapi maut.’ Sang malaikat menyanggupi. Setelah beberapa lama berselang, malaikat itu kembali mendatanginya dan mengatakan bahwa dia hendak mencabut nyawanya.”
“Orang itu berontak. Dia berkata, ‘Bukankah kau berjanji hendak mengirim utusan kalo waktu matiku sudah dekat?’ Malaikat itu menjawab,’Sudah… sudah. Bahkan, utusanku beberapa kali datang kepadamu.”

May 28, 2008 Posted Under: Buku, Umum   Read More

Nanggroe Aceh Darussalam

Hal apakah yang pertama ada dalam pikiran anda ketika mendengar nama Nanggroe Aceh Darussalam ??
Pertanyaan ini kerap kali saya lontarkan ke beberapa teman yang bukan warga asli Aceh, baik yang sudah pernah ke Aceh maupun belum. Dan mereka memiliki jawaban yang beragam.

Bagi yang baru mendengar, belum pernah datang ke Aceh kebanyakan menjawab :

  1. Tsunami
  2. GAM
  3. Ganja

April 19, 2008 Posted Under: Jalan-jalan, Umum   Read More

Tarian Bumi

tarian bumi

“Itu namanya ketololan!”

“Ketololan? Tiang tidak mengerti.”
Tugeg, Tugeg harus catat kata-kata tiang ini. Bagi perempuan Bali bekerja adalah membuat sesaji, sembahyang dan menari untuk upacara. Itu yang membuat kesenian ini bertahan. Orang-orang dulu tidak membedakan mana aktivitasnya sebagai dirinya dan mana aktivitasnya dalam berkesenian. Mereka menari karena ada upacara-upacara di pura. Sekarang? Tidak lagi. Tiang dilahirhan untuk tetap menjaga taksu tari. Taksu yang mulai dirusak oleh orang-orang yang makan sekolahan terlalu kenyang. Mereka tidak tahu seperti apa inspirasi itu keluar dan mengganggu pikiran seorang pencipta tari.

April 16, 2008 Posted Under: Buku   Read More

Rahasia Meede

· Penulis : E.S. ITO

· Penerbit : Hikmah (Mizan)

· Terbit : 2007

· Tebal : 671 halaman

Dimulai sejak berlangsungnya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag antara Indonesia dan Belanda pada akhir tahun 1949. Perundingan yang akhirnya menemui titik buntu ketika Belanda meminta Indonesia melunasi hutang-hutang pemerintah kolonial sebagai syarat pengakuan atas kedaulatan Indonesia. Syarat yang ditolak oleh delegasi Indonesia.

March 10, 2008 Posted Under: Buku   Read More

Pixel dan Kamera

Tadi abis berbincang-bincang ma teman, dimana topik perbincangannya adalah tentang kamera digital. Sebenernya saya juga masih newbie banget dalam penggunaan kamera digital ini. Ngomongin kamera digital, selanjutnya pasti bicara pixels (picture element). Seberapa besar kapasitas pixels yg mampu di hasilkan oleh kamera dan apa pengaruhnya terhadap sebuah gambar atau karya foto. Trus misalnya mau beli kamera, sebaiknya beli yang seperti apa ?

Pendapat saya adalah, besarnya pixel tidak mempengarui penilaian terhadap karya seni foto. Dikatakan sebuah foto itu bagus atau tidak, bukan tergantung dari seberapa besar pixel dari sebuah kamera. Misalnya kamera 8 MP belum tentu menghasilkan karya yang lebih bagus dari kamera 6 MP. demikian juga sebaliknya. Kalau yg 8 MP lebih mahal dari yang 6 MP, mungkin iya (untuk kamera sama merk di kelas yg sama). Bahkan di saat-saat tertentu dengan komposisi pendukung yg pas (faktor cahaya dll), kamera handphone yg hanya memiliki 1,1 MP pun bisa menghasilkan karya foto yang bagus.

March 5, 2008 Posted Under: Kolom Teknologi, Umum   Read More

Tarian Senja

Suatu sore di Pantai Lampuuk – Aceh Besar

Canon EOS Kiss digital N, Canon EF-S 18-55mm, 1/100s F/9 Iso 200

 

Canon EOS Kiss digital N, Canon EF-S 18-55mm, 1/400s F/9 Iso 200

February 16, 2008 Posted Under: Foto   Read More