Kesehatan Mahal, atau Dokter tidak Profesional?
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 7 Mei 2009 saya nganterin temen yang sakit, diduga typus dan DBD ke RSĀ yang berada di jalan Teuku Umar Banda Aceh. Sesampainya di UGD RS tersebut langsung ditangani oleh seorang Dokter Umum. Beberapa keluhan sakit diutarakan oleh temen saya tersebut, sehingga kemudian dokter tersebut merujuk pada dokter spesialis penyakit dalam dan jantung.
Keputusan berikutnya adalah temen saya tersebut harus menjalani rawat inap di RS tersebut untuk menjalani perawatan dan diagnosa lebih lanjut. Keesokan harinya (Jum’at, 8 Mei 2009) dilakukan photo rongent, hasilnya adalah didalam tubuh (paru-paru)nya terdapat cairan atau kalo biasa saya menyebutnya paru-paru basah (hampir tenggelam) seperti yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Tidak seperti dugaan awal yang typus atau DBD.