Perjalanan Balik Lebaran (Tour d’ Sumatera 2)

Ah, Baru sempet nyelesaiin tulisan ini…..

Jika beberapa saat yang lalu saya menulis tentang perjalanan mudik lebaran dengan kisah perjalanan lintas timur (JALIN) Sumatera, Episode kali ini akan sedikit berbagi cerita kisah perjalanan balik lebaran dengan lintas barat Sumatera.

Ngomongin perjalanan balik lebaran tentunya akan saya mulai dari Ponorogo, kampung halaman tempat berkumpulnya keluarga besar.

Setelah saya menyatakan tidak berangkat bareng dengan temen-temen waktu mudik dulu, karena saya ingin singgah dan menemani perjalanan baliknya Al ke Bandung, nyarilah kita tiket bus Ponorogo-Bandung dan dapatlah tiket bus Pahala Kencana tanggal 7 Oktober 2008. Itupun ternyata udah dapet tempat duduk paling belakang deket toilet. Ga ada pilihan lain, jadinya ya ngikutin aja apa adanya. Keinginan datang ke Bandung sebenernya sudah sejak ketika arus mudiknya, kalau saja waktu itu jadwalnya ga mepet banget.

Sampai di Bandung tanggal 8 pagi, dan keinginan pertama sesampainya disana adalah nonton bioskop film Laskar Pelangi. Berdua, berdesakan di BIP Bandung. Selain Nonton, keinginan berikutnya adalah wisata kuliner, terutama adalah Nasi bakarnya.

Sesuai dengan yang saya jadwalkan, tanggal 10 harus sudah di Jakarta, buat persiapan balik keujung   Sumatera, Banda Aceh. Melalui perjalanan darat. Tetapi kali ini kami merencanakan untuk melalui jalur lintas barat Sumatra. Baru tanggal 12 sore kami berlima (aku, om dud, otong, rudi, cikung) berangkat dengan tujuan pertama adalah pelabuhan Merak, menyeberang ke Bakauheni dan menginap di kota Lampung.

Bakauheni, Lampung

Tugu Adipura, Bandar Lampung

Untuk selanjutnya keesokan paginya (13/10)melanjutkan perjalanan dengan rute yang lebih panjang Bandar Lampung-Bengkulu lewat Manna (dari rencana semula adalah lewat Liwa, dan karena GPS di mobil menunjukkanperjalanan tidak salah, maka tancap gas terus). Sampai di Manna kami berlima ishoma, menunya sate kambing Madura. Dan kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Bengkulu hingga waktu telah malam ketika kami memasuki kota Bengkulu. Keliling-keliling memutari kota, sambil mencari penginapan yang ekononomis.

Pantai Barat Pulau Sumatera

Tujuan perjalanan berikutnya adalah Padang dan Bukittinggi. yang ternyata tidak kalah jauhnya dari perjalanan hari sebelumnya. Memulai perjalanan jam 7 pagi (14/10), memasuki kota Muko-muko sudah hampir jam 2 siang. Di Muko-muko kami makan siang Mie Ayam dan gado-gado. Berharap perjalanan ini bisa segera nyampe di Teluk Bayur, dan ingin bisa meninkmati indahnya panorama Teluk Bayur di sore hari. Tapi apa boleh dikata, sampe di Teluk Bayur sudah gelap. Dan perjalanan pun kami lanjutkan menuju kota Padang, Sumatera Barat. Di sini pun kami hanya numpang makan malam pecel lele, kemudian tancap gas lagi menuju kota Bukittinggi. Kurang lebih 2 jam kemudian kami telah sampai di Kota Bukittinggi. Berputar-putar mengelilingi kota Bukittinggi mencari penginapan kelas ekonomi sampai kita kecapekan sendiri tidak   menemukan penginapan murah yang kami cari. Karena kelas ini rata-rata udah terisi semua. Akhirnya, kami berhenti di Jam Gadang untuk sekedar foto-foto malam hari, dan didepan sebuah warung kami berhenti memarkir mobil dan istirahat ala kadarnya.

Senja, Istirahat di Pantai Barat Sumatera

Wisata Sungai Di Padang

Klenteng, Di Padang

Istana Bung Hatta, Bukit Tinggi

Jam Gadang, Bukit Tinggi

Pagi harinya (15/10) kami melanjutkan perjalanan, kali ini dengan tujuan Toba (Prapat) lewat Padang  Sidempuan-Tarutung. Sekali lagi kami memasuki kota Prapat atau daerah Danau Toba ini sudah malam, berputar-putar sesaat mencari hotel/penginapan, dan kami mendapatkannya dipinggiran kota Prapat. Di kota ini udaranya enak sekali, dingin menyegarkan. Dan baru pada pagi harinya, sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Medan, menyempatkan diri sesaat menikmati indahnya panorama Danau Toba.  Memasuki wilayah Sumatra Utara kami harus mulai berhati-hati memilih warung makan, Karena kebanyakan rumah makan di Sumatera Utara ini mengandung B2. Jadi buat umat muslim, kalau mau makan sebaiknya memilih rumah makan yang bertuliskan “Rumah Makan Muslim”, atau “Halal”.

Garis Khatulistiwa

Cangkruk Sarapan, Danau Toba

Panorama Danau Toba

Setelah puas menatap panorama Toba, sekitar jam 9 pagi (16/10) kami melanjutkan perjalanan menuju Medan melalui Pematang Siantar. Ada yang saya perhatikan unik di kota Siantar ini, adalah becak. Becak motor disini antik-antik, dengan menggunakan motor gede (moge) Harley Davidson, Norton. Becak-becak ini tidak kita temui di kota-kota lain di Sumatera.  Siang menjelang sore, kami memasuki kota Medan. tujuan pertama kami di Medan adalah mencari bengkel buat ganti oli dan melakukan beberapa pengecekan lainnya. Kemudian setelahnya, kami bermaksud menginap di daerah Brastagi, sekalian memenuhi hajat seorang teman.

Becak Motor (Betor) Antik, Pematang Siantar

Nekad ?? (Medan-Berastagi)

Keesokan harinya (17/10) setelah belanja-belanja (bantal, guling, dan beberapa barang lainnya) di Carefour, barulah kami meneruskan perjalanan menuju tujuan akhir Banda Aceh, Back to work.

Secara umum perjalanan ini terasa menyenangkan, meskipun kami tidak berhasil mengabadikan beberapa lokasi tempat yang katanya indah, karena waktu sampai di tempat tersebut sudah kemalaman. Seperti Teluk Bayur, Bukittinggi dengan Jam Gadang dan Ngarai Sihanok nya. Suatu saat pengen sih mengulangi lagi perjalanan ini, tapi dengan kondisi keuangan yang lebih baik dan punya waktu yang lebih longgar (nyantai). Kalau kondisinya sama aja kaya kemaren itu… ampun deh… capek euy….

Posted under Foto, Jalan-jalan, Umum by Ari's on Friday 19 December 2008 at 11:32 pm

7 Comments »

  1. Comment by Alifa Wahib — December 19, 2008 @ 11:45 pm

    OMG…
    speechless…
    hmmm…kamu tamasya banget yak, kontras sama keadaanku sepeninggalmu… Jahat!!!

  2. Comment by dudi — December 25, 2008 @ 11:28 am

    sekalian memenuhi hajat seorang teman.

    siapakah dia ceng? =))

  3. Comment by Ari's — December 28, 2008 @ 5:25 pm
    sekalian memenuhi hajat seorang teman.

    siapakah dia ceng? =))

    you know lah….
    nasib kita lah boss… jadi baygon.

  4. Comment by gajah_pesing — May 31, 2009 @ 3:50 pm

    jadi pengen kesana kalo deskripsi tentang sumatera begini komplit.. makasih atas infonya…

  5. Comment by candra — June 3, 2009 @ 12:20 pm

    Makasih atas infonya….

    ———————————–
    artikel kesehatan
    download pdf jawapos
    yoga
    yoga
    review

  6. Comment by roy agustinus — June 15, 2009 @ 6:42 pm

    mudah2an jadi desember ini gw jalanin

  7. Comment by roy agustinus — June 15, 2009 @ 6:43 pm

    mudah2an jadi desember ini gw jalanin thx petanya

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment