
Maryamah Karpov. Demikian buku ini diberi judul sama penulisnya. Meski sampai akhir aku membaca buku ini tidak menemukan keterkaitan khusus antara isi buku dan judul buku ini selain Anak cik Maryamah yang bernama Nurmi dengan keahliannya bermain biola yang membuat ikal tertarik untuk bisa memainkan satu lagu “Rayuan Pulau Kelapa” untuk dipersembahkan kepada A Ling.
Melanjutkan cerita dari tetralogi Laskar Pelangi, yang mengisahkan perjalanan hidup Ikal dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Dengan semangat dan keuletannya, sejak kecil, dimasa berkumpul dengan Laskar Pelangi di sekolah Muhammadiyah Belitong, hingga menempuh pendidikan masternya di Prancis dan Inggris.
Ah, Baru sempet nyelesaiin tulisan ini…..
Jika beberapa saat yang lalu saya menulis tentang perjalanan mudik lebaran dengan kisah perjalanan lintas timur (JALIN) Sumatera, Episode kali ini akan sedikit berbagi cerita kisah perjalanan balik lebaran dengan lintas barat Sumatera.
Ngomongin perjalanan balik lebaran tentunya akan saya mulai dari Ponorogo, kampung halaman tempat berkumpulnya keluarga besar.
Setelah saya menyatakan tidak berangkat bareng dengan temen-temen waktu mudik dulu, karena saya ingin singgah dan menemani perjalanan baliknya Al ke Bandung, nyarilah kita tiket bus Ponorogo-Bandung dan dapatlah tiket bus Pahala Kencana tanggal 7 Oktober 2008. Itupun ternyata udah dapet tempat duduk paling belakang deket toilet. Ga ada pilihan lain, jadinya ya ngikutin aja apa adanya. Keinginan datang ke Bandung sebenernya sudah sejak ketika arus mudiknya, kalau saja waktu itu jadwalnya ga mepet banget.
Sampai di Bandung tanggal 8 pagi, dan keinginan pertama sesampainya disana adalah nonton bioskop film Laskar Pelangi. Berdua, berdesakan di BIP Bandung. Selain Nonton, keinginan berikutnya adalah wisata kuliner, terutama adalah Nasi bakarnya.