Kisah Perjalanan Mudik 2008 (Tour d’Sumatera 1)
Byuh. Mudik buat kami bukan suatu yang sederhana. Mudik merupakan pekerjaan tersendiri yang harus direncanakan secara matang plus itung-itungan yang njlimet. Ada banyak hal yang harus disesuaikan dengan mudik ini. Dari itung-itungan jadwal pekerjaan, jadwal penerbangan, lama waktu mudik, dan yang paling penting adalah biaya mudik. Dan diantara itu semua, yang paling njlimet adalah itung-itungan biaya. Karena jarak yang tidak dekat kalo di tempuh dari ujung indonesia paling barat ini.
Sejak sebelom bulan puasa, tiap hari cuman ngecek harga tiket pesawat online dari internet. Menunggu keberuntungan barangkali dapet tiket promosi yang paling murah. Yah, mudik memang musiman. Musimnya banyak orang pengen pulang kampung. Untuk menikmati lebaran. Mungkin ini juga yang membuat para maskapai penerbangan ga ada yang ngeluarin tiket murah.
Karena sampe dengan awal-awal puasa harga tiket pesawat ga ada yang “manusiawi” (setidaknya menurut kami), akhirnya kami berlima sepakat mudik melalui jalur darat dengan menggunakan mobil. Itung-itung belom pernah juga tour Sumatera-Jawa.
Berangkat dari Banda Aceh tanggal 21 September 2008 pasca Subuh. Tujuan pertama adalah Medan. harapannya dengan berangkat pagi-pagi menjelang petang akan nyampe di Medan. Tetapi perjalanan terhenti sesaat, ada permasalah teknis sehingga harus mampir di bengkel. menunggulah sekitar 2 jam. Masuk di kota Medan udah malam, jam 8 lewat. mencari penginapan murah2an untuk istirahat tidur untuk besok paginya melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan berikutnya, adalah Pekan Baru (Riau).

Lagi merbaikin Mobil di Benkel
Lagi-lagi, sebelom melanjutkan perjalanan kami mendapat masalah teknis dengan mobil lagi, kali ini harus perbaikin tapak rem. mengingat perjalanan kami yang masih sangat jauh, maka rem menjadi bagian paling vital. 2 jam juga kami menunggu.
Jarak Medan-Pekan Baru memang terasa sekali jauhnya, seolah-olah perjalanan kami ga kunjung nyampe di tempat yang kami tuju. Memang kondisi jalan yang kurang bagus sehingga ga bisa menekan gas mobil dengan kencang. Menjelang matahari condong ke barat, perjalanan baru memasuki kota Rantau Prapat, disini masuk bengkel lagi tapi karena harus ganti oli mobil aja. Memasuki kota Duri, sudah menjelang malam dan kami berbuka puasa disini. Pekan baru masih 2-3 jam perjalanan lagi dari Duri. Meski akhirnya nyampe juga di Pekan Baru, walaupun udah tengah malam. Dengan kondisi yang masing-masing dari kita sudah terlihat lelah. Terutama Cikung, yang nyopir seharian penuh. Disini (Pekan Baru), kami berlima menginap di rumah kontrakan Bang Wowor (temennya temen-temen) yang kebetulan kerja di Pekan Baru. Lumayanlah menghemat biaya penginapan. Terima kasih bang Wowor…

Jalanan di Riau

Gerbang Kota Jambi

Ampera, Palembang
Next destination, adalah Palembang. Setelah Subuh kami kembali melanjutkan perjalanan. Ke Palembang lumayan jauh juga. Jam 2 siang kami baru masuk di Jambi. dan ini baru separoh perjalanan. Masih beberapa jam lagi untuk bisa sampe di Palembang. Dengan perasaan kami yang tetap berpuasa, ngiler, pengen segera makan pempek palembang. Meskipun ketika Nyampe di kota ini toko-toko udah menjelang tutup, tapi kami masih sempat merasakan pempek nya, yang terkenal itu.

Kampung Bali, Lampung.
Kota tujuan berikutnya adalah Lampung dan Bakauheni. Jalanan disini termasuk yang paling bagus, tidak banyak lobang. Jadi perjalanan juga lebih cepat. Dan tidak kemalaman ketika masuk di pelabuhan Bakauheni. Syukurlahm sesuatu yang kami kwatirin sejak awal tidak terjadi, yaitu antrian masuk kapal yang memanjang. Lancar, ga ada hambatan disini.


Kapal Feri di Bakauheni
Secara umum, perjalanan dari Banda Aceh sampe di Bakauheni terhitung lancar dengan tidak terkendala serius. Kondisi jalanan yang kurang bagus dan relatif sempit untuk ukuran jalan utama lintas Sumatera (Jalin Timur Sumatera), yang sedikit membuat kita tidak bisa melaju dengan maksimal. Jalanan memasuki provinsi Riau, terdapat banyak lubang-lubang besar, memaksa kami lebih waspada, apalagi dengan hujan yang sering turun.
Welcome to Java Island. Pelabuhan Merak-Banten. Meski sudah malem juga, tapi perasaan ini rasanya seperti sudah di rumah sendiri. Sudah beberapa bulan juga tidak menjejakkan kaki ini di tanah jawa. Tapi didepan masih ada Jakarta. dan kami harus singgah beberapa saat lamanya di Jakarta. Masih ada acara sambutan dari kantor dengan buka puasa bersama. Meskipun secara pribadi aku pengen segera bisa nyampe di Ponorogo (kampung halamanku, dan orang yang beberapa bulan terakhir ini menjadi penyemangatku).


Buka Bersama di Kantor
Dan baru pada hari jum’at pagi, 26/9 kami melajutkan perjalanan mudik dengan tujuan Jawa Timur. Karena aku sendiri dengan tujuan Ponorogo, Rudi dengan tujuan Blitar dan lainnya (om Dudi, Otong, Cikung) tujuannya adalah Malang dan Batu.
Ternyata perjalanan ini pun tidak selancar biasanya. arus lalu lintas dijalur yang kami lewati (pantura) ini relatif padat dengan banyaknya pemudik dari Jakarta menuju kampung halamannya. bahkan tidak sedikit diantara para pemudik ini yang menggunakan sepeda motor untuk mudik. Berjuang untuk pulang kampung. Berjuang demi pulang ke tanah halamannya, bertemu dengan orang-orang yang dirindukan. koyo aku…. Sampe di Ponorogo, disambut oleh Kekasih tercinta dan Kakak tertua lengkap dengan hidangan Sate Ayam Haji Tukri Sobikun. Terima kasih cinta…
Abis baca kisah mudik ini, jd berasa ikutan ngerasain, gmn capeknya di jalan. Soale aku br 1x ngerasain, seumur idup, mudik pas lebaran. Itupun ke kampungnya org lain, yg perjalanannya jg gak mpe ber-jam2 bgt. Paling cm 4jm. Segitu aja dah brapa kali tidur-bangun-tidur-bangun kok blm nyampe2..
( apalagi perjalanan lintas pulau yak.
). Emang siy kan pd saat itu lg puasa, tp mgkn pas perjalanan balik ke Banda Aceh, diceritain klo mampir2 ke resto dsb. Warung kek ato apalah namanya. Sapa tau bs ikutan ngiler…
Intinya, kyny seru aja bs mudik, apalagi rame2. Tq ya udah share mo ngulas perjalanannya. Jd tau d dunia lain selain home town (kasian bgt ya gw).
Cuma…sayangnya, ada sdkt yg kurang. Ato emang blm di ceritain ya. Coba klo sekalian ada kulinernya jg. Bukan cm cerita lokasi, bentuk dan rasa makanannya tp fotonya jg
potoku kok ra onok net?
Lewat duri kok gak mampir mas
kali aja bisa copdar…hehehehe…seru bgt ya pulang mudik lewat darat…sekali2 aku juga mau deh
web automobile insur policy policy…
aversions synthesis sweetheart …
Makasih atas infonya….
———————————–
artikel kesehatan
download pdf jawapos
yoga
yoga
review