Sabang, Kota Pensiunan
Betapa tidak, suasana kota Sabang sedemikian mendukung untuk pemberian judul di atas. Sabang yang damai, didukung perilaku masyarakat yang tenang dan berbeda dari yang lain. Geliat kehidupan yang tenang dan damai ini tercermin dari kesadaran yang lumrah dalam melakukan aktivitas, khususnya para swasta/pedagang di kota ini. Mari kita lihat suasana kota Sabang pada siang hari, selepas waktu Sholat Dzuhur mereka beristirahat dari aktivitas bisnisnya sampai selepas maghrib kembali membuka toko dan barang dagangannya. Suasana lengang pasti akan kita dapati pada jam-jam ini di kota Sabang, paling mencolok adalah suasana jalan perdagangan sebagai poros ekonomi kota ini.
Syahdan, sejarah kota Sabang dikutip dari wikipedia,Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.Setelah era pelabuhan bebas pertama 1895-1942. Kemudian ditutup lagi pada tahun 1985 seiring dibukanya Pulau Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Era baru untuk Sabang, ketika pada tahun 2000 terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid.

Salah satu hasil yang dapat kita lihat dari berlakunya pelabuhan dan perdagangan bebas ini seperti foto-foto dibawah. Di pulau ini banyak dijumpai mobildan motor built up berbagai merk dunia seperti jaguar, aprilia, ducati dan lain sebagainya yang hanya boleh beroperasi di pulau Weh (Sabang).


Wisata dan Kuliner
Jalan-jalan ke Sabang, kita bisa menikmati indahnya panorama alam yang luar biasa. Dimana wisata menjadi aset yang bisa di andalkan di Sabang ini. Ada banyak lokasi wisata yang bisa kita jadikan tempat berlibur, menyepi serta melepas lelah sambil melihat alam. Di daerah kota ada Pantai Kasih yang kalo sudah tiba sore hari akan keliatan ramai sekali oleh para muda-mudi yang ingin menikmati sunset sambil minum atau makan-makan. Bagi yang memiliki anak kecil, di deket pantai kasih ini ada arena bermain anak-anak yaitu Sabang Fair. selain arena bermain, di lokasi sini terdapat peninggalan sejarah berupa benteng dan tempat pengintaian waktu pendudukan Jepang dulu. Dalam satu garis dengan pantai kasih ini ada pantai tapak gajah dan pantai sumurtiga yang juga cantik.
Masih dengan wisata air, di pulau ini terdapat danau air tawar yang bernama danau Anak Laut. Di danau ini banyak sekali di hasilkan jenis ikan air tawar seperti mujair yang sangat lezat bila di goreng atau di bakar.

Di Danau Anak Laot
Yang lebih terkenal lagi adalah Pantai Gapang, sekitar 18 Km dari pusat kota Sabang, dan Iboih sekitar 22 Km dari kota. Lebih lanjut menikmati wisata bahari ini adalah dengan bermain diving di Gapang atau snorkling di pulau Rubiah, untuk menuju pulau ini kita bisa menyewa kapal nelayan dari Iboih supaya di antar/jemput.


Pantai Gapang
Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke kilometer Nol. Secara kasar mungkin orang akan bilang, “jangan pernah mengaku sampai di Sabang, kalo belum pernah ke tugu Kilometer Nol, Tugu dimana telah di tetapkan bahwa hitungan NKRI ini di mulai.

Tugu Kilometer Nol
Arus Informasi dan Komunikasi
Bagi para wisatawan kiranya tidak perlu kuatir akan ketinggalan informasi apabila berada di Sabang. Meskipun lokasinya yang di kepulauan, tapi Sabang sudah memiliki sarana informasi dan komunikasi yang lumayan maju. Komunikasi Seluler sudah bekerja dengan lancar dengan banyak operator, ada Telkomsel, indosat, juga XL. Selain komunikasi seluler ini Di daerah Kota, ada banyak titik hotspot dimana kita bisa mengkases internet secara gratis. Sarana internet ini juga bisa di nikmati di Gapang, ada sara internet yang disediakan oleh FFI, salah satu NGO international yang bergerak dalam bidang konservasi lingkungan.
Masih terkait dengan perkembangan telematika di Sabang, Kantor Infokom dan PDE kota sabang setiap tahunnya merencanakan pengembangan dari sistem komunikasi data ini. Setelah tiga titik hotspot yang sudah ada dari tahun 2007, maka di tahun ini akan ada penambahan 7 titik lokasi hotspot lagi. Kemudian di tahun berikutnya juga telah di rencanakan tentang pembangunan jaringan local loop untuk distribusi jaringan internet ke daerah-daerah yang jauh dari kota, seperti daerah Balohan, Sukajaya, Sukakarya, Iboih dan juga Gapang. Program yang sudah sepantasnya mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Suasana Perjalanan
Bagi para traveller, waktu dan nuansa perjalanan memiliki makna tersendiri. Apalagi yang sedang melakukan perjalanan ke Sabang adalah pelancong dari luar Aceh. Setibanya di Banda Aceh, Untuk menuju Sabang harusnya dengan melakukan penyeberangan dengan menggunakan kapal laut dari pelabuhan Ulhee lheu . Bagi yang bepergian tanpa membawa kendaraan bisa menyeberang naek kapal cepat (pulo Rondo, Express Bahari) dengan biaya dari 60.000 hingga 90.000 rupiah /orang untuk sekali jalan (45-60 menit) sampai di pelabuhan Balohan di Sabang. Bagi yang membawa kendaraan harus menggunakan kapal Feri (Tanjung Burang) yang hanya beroperasi sekali jalan dalam seharinya.


Dari Pelabuhan Balohan menlanjutkan perjalanan darat menggunakan jasa angkutan umum untuk menuju lokasi2 yang kita inginkan. Apabila tujuannya adalah daerah kota dan sekitarnya ongkos angkutan umumnya adalah 15.000 rupiah/orang. dan apabila kita menginginkan untuk pergi ke Gapang, Iboih, ataupun Km 0, makan kita harus merogoh kocek lebih banyak lagi, mencapai 50-100 rebu an.

Cangkrukan
link terkait bisa dilihat disini

saya pernah di spot-spot ituh! huh….garahi kangen jali-jali mrono
idem, gw juga pernah pose mo boker kayak gitu,,hihihihi
Pose di Danau Anak Laot, kok sekilas mirip pose calon pejabat kampanye di iklan2 TV itu yah. Calon Lurah mana Pak?
wuiihhh keren banget tuh…emang bener Indonesia itu kaya akan obyek wisata yang indah2 yang terbentang diseluruh Indonesia maka dari itu qt wajib memperkenalkan pada dunia tempat pariwisata yang ada diseluruh Indonesia
perjalanan kerja kantor pertamaku ke aceh aku sempatkan untuk mampir di 0 KM
tapi kalo terlalu lama di sabang tetep aja jadi membosankan juga ceng. kekeke..
ass wr wb
salam kenal,,,
saya juga baru dari sabang, emh indahnya bukan main
tapi gelap banget kalo malam, apa pemko nya ga ada dana untuk penerangan
sayang,,,,,,,
kalo mo masukin foto bisa ga hehe saling tukar gt