Nanggroe Aceh Darussalam

Hal apakah yang pertama ada dalam pikiran anda ketika mendengar nama Nanggroe Aceh Darussalam ??
Pertanyaan ini kerap kali saya lontarkan ke beberapa teman yang bukan warga asli Aceh, baik yang sudah pernah ke Aceh maupun belum. Dan mereka memiliki jawaban yang beragam.

Bagi yang baru mendengar, belum pernah datang ke Aceh kebanyakan menjawab :

  1. Tsunami
  2. GAM
  3. Ganja

Kalau yang sudah pernah ke Aceh, atau pernah menetap (pasca bencana) akan memiliki jawaban :

  1. Lalu Lintas
  2. Kopi
  3. Syari’at Islam dan Wilayatul Hisbah (WH)

Memang, untuk yang belum pernah ke Aceh, jawaban-jawaban tersebut hanyalah sesuatu yang seringtanaman ganja mereka dengar dari berbagai media massa sebagai sumber informasi.

Tsunami, mungkin seluruh orang di dunia ini tahu, Desember 2004 terjadi bencana terbesar di bumi rencong ini. Bencana yang menewaskan ratusan jiwa. Mengundang kepedulian setiap penduduk bumi ini dari berbagai negara.
Spontanitas berfikir berikutnya adalah Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal ini sangat terkait dengan kondisi keamanan di propinsi Serambi Mekkah ini sebelum penandatangan MOU Helsinki 15 Agustus 2005 yang lalu.
Ganja menjadi pusat perhatian berikutnya. Betapa tidak, ratusan hektar ladang ganja seringkali diketemukan dan dimusnahkan oleh aparat. Seolah di tanah ini, ganja akan tumbuh subur tanpa harus di tanam. Seringkali teman-teman di kampung memesan, minta dibawain daun ini, tapi ogah ah… ketimbang mampir di bui.

Polwan juga canti kan ??

Berbeda halnya dengan orang yang pernah datang ke provinsi ini. Banyak hal yang bisa dilihat, diperhatikan, selanjutnya di komentari. Dan memang selalu mengundang keinginan untuk berkomentar.

Lalu Lintas. Jalan raya makin hari tambah ramai. Tapi kesadaran dan toleransi berkendara di jalan raya ini mungkin masih sangat perlu ditingkatkan. Jangan merasa aman bila anda melintasi jalan simpang, meski anda berada pada posisi lampu hijau, karena dari sisi lampu merah tetep aja ada yang menerobos. Juga, tidak peduli anda adalah pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan, karena pengendara kendaraan bermotor sangat enggan menginjak rem dan memberi jarak sesaat untuk menyeberang.
Yang ini adalah kenikmatan berada di aceh. Kopi. Kopi di Aceh memang berbeda dan khas. Warung kopi bertebaran di setiap ruas jalan. Terlebih adalah kopi Sanger. Beberapa warung yang sangat terkenal adalah warung kopi didaerah Ulee Kareeng, ada warung yang dinamai Solong. Juga warung kopi Cek Yuke atau sering di sebut DeCe, yang berada di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.
Menjadi tren berikutnya adalah pelaksanaan Syari’at Islam di propinsi ini. Lengkap dengan perangkat Wilayatul Hisbah (polisi syariah) yang siap menegakkan syari’at di bumi Serambi Mekkah. Anda tertangkap berbuat maksiat (mo limo), siap aja deh di cambuk.

Tetapi, selain beberapa hal tersebut tentunya masih banyak lagi sesuatu yang bisa kita lihat di Aceh ini. Pesona alamnya yang exotic, dengan pantai yang cantik, ragam budaya serta masyarakat yang unik.

Popularity: 39% [?]

2 Comments »

  1. Comment by dudi
    April 20, 2008 @ 10:06 am

    se-eksotik polisi cewek berjilbab yang kamu pampang di blog ini :D

  2. Comment by Epat
    April 21, 2008 @ 4:16 am

    dodol aceh?
    *lirik dudi

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment