Tuhan agaknya marah

“…. kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal disamping beribadat. Bagaimana bisa beramal kalu engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabok di sembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak…..”

***

Sepenggal kutipan dari cerpen “Robohnya Surau Kami” (A.A Navis)

Nb. : mari menyemangati mereka (juga diri kita) yang lima kali sehari beribadah nongkrong di warung kopi

Popularity: 91% [?]

8 Comments »

  1. Comment by sawali tuhusetya
    January 10, 2008 @ 2:49 am

    wah, salut banget, bikin quote dari alm. AA Navis, seorang penulis sarkastis yang banyak disorot oleh sebagian ulama lantaran keberaniannya dalam menyingkap persoalan2 religi. Dalam cerpen ituh jelas tergambar bagaimana AA Navis sangat tidak menyetujui sikap orang yang hanya bersikap menyerah pada nasib dan malas berusaha. *halah sok tahu*

  2. Comment by Ria
    January 10, 2008 @ 9:17 am

    sepertinya sih memang mas…beberapa thn terakhir bencananya banyak sekali ya dari Aceh, jogja, bengkulu sampe banjir jakarta…duh Gusti Allah

  3. Comment by mitra w
    January 13, 2008 @ 10:29 pm

    kutipan yang bagus… dan menohok juga rasanya…

  4. Comment by ndahmaldiniwati
    January 16, 2008 @ 10:48 am

    yang skrg banyak terjadi justru qt giat banget bekerja, saking giatnya sampe kayu2 dihutan rimba aja dibabat, harta karun digali di lahan2 pertambangan. jangankan beribadah dan beramal, mengucap syukur aja lupa. (douhh apa aq ada diantara yg “banyak” itu???)

  5. Comment by Bening
    January 17, 2008 @ 8:56 am

    Duh, jadi kangen baca buku-buku lama, “Robohnya Surau Kami” dulu jadi tugas apresiasi sastra di pelajaran B.Indonesia waktu SMP.

    Senada dengan komentar Mas Sawali, guru agama SMP aku dulu (meski dia bukan ulama) adalah salah satu yang berkomentar pedas tentang karya A.A Navis ini.

    Salam kenal, Aries.

    Salam kenal juga buat bening, sebening cintanya bening. Matur tengkyu sudah berkunjung.

  6. Comment by Aprina
    January 19, 2008 @ 6:20 pm

    tuhan…jangan marah lagi.

    salam kenal ya mbak. thanks sudah berkunjung keblogku

  7. Comment by Aprina
    January 19, 2008 @ 6:24 pm

    ups…maksudnya mas aries.

    aku pernah baca beberapa kegiatan yang dilakukan komunitas airputih. menarik.
    terus sukses buat mas aries dan teman-taman airputih

  8. Comment by benny tjundawan
    April 4, 2008 @ 11:44 pm

    itu maksudnya kita jangan menyerahkan diri kepada takdir. alangkah bijaksananya kita berusaha sekuat tenaga untuk buktikan Ini Aku, bukan aku yang pecundang, kere, dan hina. aku bisa menjadi aku yang lebih baik dari Kemaren, menyalahkan takdir sama saja kita menuding Yang Maha Kuasa, atas segala ketidak mampuan kita.
    sekalian neh aq ada bisnis menarik, bila di jalankan dengan bersungguh-sungguh mudah-mudahan akan bermanfaat. artikel ada di blog aq.tq
    http://www.bisnisibu.multiply.com
    Hp 0818652609

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment