Archive for January, 2008

Mata Buaya Vs Mata Elang

Mata Buaya

Canon EOS KISS Digital N, Tamron AF 70-300mm Di LD Tele-Makro (1:2), 1/100s f/5,6 ISO400

Mata Elang

Canon EOS KISS Digital N, Tamron AF 70-300mm Di LD Tele-Makro (1:2), 1/100s f/7,1 ISO200

January 29, 2008 Posted Under: Foto   Read More

Tuhan agaknya marah

“…. kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal disamping beribadat. Bagaimana bisa beramal kalu engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabok di sembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak…..”

***

Sepenggal kutipan dari cerpen “Robohnya Surau Kami” (A.A Navis)

Nb. : mari menyemangati mereka (juga diri kita) yang lima kali sehari beribadah nongkrong di warung kopi

January 10, 2008 Posted Under: Buku, Umum   Read More

Hafalan Shalat Delisa (tere-liye)

delisa anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Sepenggal lagu Iwan Fals, yang aslinya adalah berjudul Sore tugu Pancoran. Sepotong karya bermakna luas, tak terkecuali untuk kisah Hafalan Shalat Delisa. Dengan setting tempat berbeda, kisah Delisa berada jauh di Lhoknga, sebuah daerah yang di hiasi cantiknya panorama pantai senja. Lhoknya, berada sekitar 10 Km dari Banda Aceh. Lhoknga, porak poranda dihantam badai tsunami 26 desember 2004 silam. Dari sinilah kisah Delisa ini di mulai.

January 8, 2008 Posted Under: Buku   Read More

Perempuan Di Titik Nol (Nawal el-Saadawi)

“…karena aku perempuan cerdas, aku memilih menjadi pelacur bebas daripada istri yang tertindas…”

Perempuan di Titik Nol

Sebuah buku lama yang berkisah tentang perjalanan hidup seorang perempuan Mesir bernama FIRDAUS dari masa kecil di desa, besar menjadi pelacur  hingga menjelang ajalnya yang  disebabkan vonis hukuman mati  dikarenakan ia membunuh seorang germo.

Firdaus, ia adalah seorang perempuan yang menjadi/dijadikan Korban oleh budaya patriarki, Sosok perempuan yang biasanya di anggap lemah, tapi mampu melahirkan kekuatan yang hebat, mendatangkan ketakutan karena telah  membuka tameng kemunafikan yang terselimuti oleh religi dan asumsi.

January 5, 2008 Posted Under: Buku   Read More