Mata Buaya Vs Mata Elang

Canon EOS KISS Digital N, Tamron AF 70-300mm Di LD Tele-Makro (1:2), 1/100s f/5,6 ISO400

Canon EOS KISS Digital N, Tamron AF 70-300mm Di LD Tele-Makro (1:2), 1/100s f/7,1 ISO200
Popularity: 86% [?]

Canon EOS KISS Digital N, Tamron AF 70-300mm Di LD Tele-Makro (1:2), 1/100s f/5,6 ISO400

Canon EOS KISS Digital N, Tamron AF 70-300mm Di LD Tele-Makro (1:2), 1/100s f/7,1 ISO200
Popularity: 86% [?]
“…. kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal disamping beribadat. Bagaimana bisa beramal kalu engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabok di sembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak…..”
***
Sepenggal kutipan dari cerpen “Robohnya Surau Kami” (A.A Navis)
Nb. : mari menyemangati mereka (juga diri kita) yang lima kali sehari beribadah nongkrong di warung kopi
Popularity: 91% [?]
anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal
Sepenggal lagu Iwan Fals, yang aslinya adalah berjudul Sore tugu Pancoran. Sepotong karya bermakna luas, tak terkecuali untuk kisah Hafalan Shalat Delisa. Dengan setting tempat berbeda, kisah Delisa berada jauh di Lhoknga, sebuah daerah yang di hiasi cantiknya panorama pantai senja. Lhoknya, berada sekitar 10 Km dari Banda Aceh. Lhoknga, porak poranda dihantam badai tsunami 26 desember 2004 silam. Dari sinilah kisah Delisa ini di mulai.
Popularity: 93% [?]
“…karena aku perempuan cerdas, aku memilih menjadi pelacur bebas daripada istri yang tertindas…”
Sebuah buku lama yang berkisah tentang perjalanan hidup seorang perempuan Mesir bernama FIRDAUS dari masa kecil di desa, besar menjadi pelacur hingga menjelang ajalnya yang disebabkan vonis hukuman mati dikarenakan ia membunuh seorang germo.
Firdaus, ia adalah seorang perempuan yang menjadi/dijadikan Korban oleh budaya patriarki, Sosok perempuan yang biasanya di anggap lemah, tapi mampu melahirkan kekuatan yang hebat, mendatangkan ketakutan karena telah membuka tameng kemunafikan yang terselimuti oleh religi dan asumsi.
Popularity: 92% [?]