Kisah Agustus-an 2007

Ada beberapa topik pembahasan yang lumayan menghangat di bulan agustus kemaren, khususnya yang berada di sekitar saya.

Mengawali cerita di bulan agustus ini adalah tentang gemparnya penemuan lagu Indonesia Raya tiga stansa oleh Roy Suryo. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah lagu Indonesia Raya tiga stansa ini pernah hilang ?? sehingga trus memunculkan penemu baru, yang kemudian menimbulkan polemik dalam berkebangsaan. Apalagi momentnya kok ya pas banget menjelang peringatan HUT RI 62.

Selanjutnya, Masih ada kaitannya dengan cerita diatas, Profesi teman-teman di AP sekarang adalah menjadi tukang kebun. Malah sudah ada yang hampir sukses dengan menjadi tukang kebun di istana negara, karena berhasil memetik bunganya. Trus ada pula yang menjadi tukang kebun di kebun rastafara NAD. Menurut salah satu bunga di kebun rastafara : “Asiknya di rawat tukang kebun”. Kemudian teman-teman yang lain hanyalah merupakan tukang kebun-tukang kebun biasa.

Cerita berikutnya adalah berasal dari teman saya yang berada di Bandung, yang sedang dalam masalah memilih calon pasangan (baca : suami). Banyak pilihan kayaknya … karena salah seorang kontestas yang ikut menjadi pertimbangan adalah sahabat dekat saya yang keberadaannya masih jauh dari Bandung.

Menginjak ke pertengahan bulan saya berusaha berfikir posistif untuk menerimanya menjadi Adik (baca : aku adalah kakaknya). Dulu saya mengira dia adalah jodoh saya, dengan banyak pertimbangan yang membuat keyakinan itu muncul. tapi ternyata salah, dia bukan jodoh saya. Dengan menilik kembali ke masa lalu akan janji yang pernah terucap.

Pergunjingan selanjutnya adalah perihal Peringatan 17 Agustus. Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 62. Banyak sekali acara yang di siapkan dalam rangka memperingati kemerdekaan ini. berbagai macam bentul lomba, dari cepet-cepetan makan krupuk sampai dengan panjat pinang berhadiah ayam panggang. Sudah bener merdeka kah ??

Ada satu kisah lagi yang cukup membuat saya kaget dan bengong bego adalah kabar berita dari kampung kelahiran, tentang perkawinan bokap. Gak tau musti ngomong apa, gak ngerti juga harus setuju ataukah menolak. Yang aku tau setuju atau tidak itu sudah tiada gunanya lagi. Satu yang pasti, Alm. ibuku tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun.

Akhir cerita di bulan agustus ini adalah saya balik lagi ke NAD.

Popularity: 8% [?]

3 Comments »

  1. Comment by Indra Wahyudi
    September 3, 2007 @ 11:13 am

    Hi Roy™

  2. Comment by dudi
    September 3, 2007 @ 6:53 pm

    wekekeke, ebes rapi maneh yo gpp ceng. wes wayahe timbang bikin bingung awakmu. mending melok dadi tukang kebun rastafara ae. yak opo? gelem gak?

  3. Comment by ari's
    September 3, 2007 @ 9:51 pm

    saya pak!!!

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment