Saniscara

Perang Bubat, Hal 320-321

“Cinta memang indah,” kata Sedatu. “Apalagi cinta yang terbalas. Namun, kau harus siap merasakan bagaimana sakitnya saat kehilangan.”

Saniscara tidak menoleh. Ucapan Riung Sedatu itu sejatinya juga berkecamuk di benaknya, menyudutkannya karena ia tak tau bagaimana cara menjawabnya. Cintanya pada Sekar Kedaton, diluar dugaan, tak bertepuk sebelah tangan. Cinta itu terbalas. Bagaimana setelah itu ? Apa hanya cukup sampai disitu? Bukankan dua orang manusia berlainan jenis jika saling mencintai pasti berkeinginan meningkatkan derajat hubungan itu ketingkat yang lebih tinggi ? Berhasil menggapai cinta Dyah Pitaloka ternyata bukan hal yang sulit. Namun, meningkatkan derajat hubungan itu menjadi suami istri, itulah yang sulit.

“Aku ingin pulang,”…………………………….

Popularity: 8% [?]

1 Comment »

  1. Comment by dudi
    August 23, 2007 @ 8:08 am

    kalo kata tape:

    katanya cinta? tapi kok menderita

    cerita diatas persis banget menggambarkan yang disampaikan oleh tape. kekekke…

    *aku pengen kubam*

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment