“Taukah engkau, Ikal…?” “Langit adalah kitab yang terbentang…” “Sejak masa ozoikum, ketika kehidupan belum muncul, langit telah mencatat semua kejadian di muka bumi….” Pada setiap symbol ia bersabda, “Keseimbangan, perawan, Leo sang singa, matahari pertama musim panas, bintang kastor, musim menyemai benih…”
Zenit dan nadir, seperti akar ilalang yang menusuk-nusuk kakiku, menikam hatiku. Nanti, harus kujelajah separoh dunia, berkelana diatas tanah-tanah asing yang dijanjikan mimpi-mimpi, akan kutemui perempuan yang membuat hatiku kelu karena cinta, karena rindu yang menyiksa, untuk memahami kalimah misterius itu. Di kuburan usang, diantara nisan para pendusta agama itu, aku sadar aku telah belajar mencintai hidupku dari orang yang membenci hidupnya…
read more »
Popularity: 16% [?]
Kelanjutan cerita dari buku sebelumnya “Laskar Pelangi” yang ditulis oleh Andrea Hirata. Kalau pada Laskar Pelangi mengisahkan kehidupan keseharian ikal bersama kesepuluh teman “Laskar Pelangi”nya semasa masih SD-SMP, maka kisah Sang Pemimpi ini adalah masih kisah tentang memor Ikal ketika sekolah SLTA bersama dua orang temannya (Arai dan Jimbron) dalam menggapai mimpi dan cita-citanya.
read more »
Popularity: 16% [?]
LASKAR PELANGI. CINTA SEORANG MURID TERHADAP GURUNYA. Buku pertama dari Andrea Hirata, kisah yang sederhana tetapi disampaikan dengan bahasa yang lugas dan detil sehingga terasa lengkap enak dibaca.
Sebuah cerita yang di bangun berlatarbelakangkan kehidupan sekelompok anak-anak yang menamakan dirinya sebagai laskar pelangi, dengan segala pernik dan ragam hal yang di alami saat hidup masih terasa sangat lugu dan apa adanya.
read more »
Popularity: 13% [?]
D’oh gusti…., kata-kata apalagi yang harus aku ungkapkan. Kenapa juga masih sering terjadi persamaan naluri, kita tidaklah dilahirkan sebagai kembar identik dengan satu tali pusar, meskipun sebenarnyalah kamu terlahir sebagai anak kembar. Tapi, aku dan kamu ???? Jodoh ??? sepertinya juga jauh…. (:D mrenges style) read more »
Popularity: 6% [?]
Ngomong-ngomong soal kasur bed, duh ngantuk dech… (dasar muka bantal). Tapi entah kenapa aku jadi gak sreg mendengar istilah kasur bed, karena dalam bayanganku sangat empuk, tebel, dan tempat yang nyaman untuk bercintah (pake h). Sepertinya aku lebih seneng mendegar “bed” yang biasa buat maen ping-pong, karena selain bisa buat olah raga, kayanya juga lumayan sekali kalo buat nampar orang sampe muter. (opone sing muter coba!!!)
Popularity: 6% [?]