Negeri Van Oranje
AAGABAN : Aliansi Amersfort Gara-gara Badai di Netherlands
“Geri, Wicak, Banjar, Daus dan Lintang duduk santai ditemani bergelas-gelas espresso,koffie verkeerd, cokelat panas dan kepulan asap kretek. Lima orang anak bangsa yang terdampar dinegara dingin berangin berdiskusi hingga larut, menimang semua opsi yang tersedia bagi masa depan mereka. Saktinya masa muda. Semua pintu kesempatan dan kemungkinan masih terbuka lebar dan terhampar luas. ibarat slogan nike, “Impossible is nothing“. (hal 227)”
Berawal dari perkenalan antara Banjar, Wicak, Daus, Lintang dan Geri, pertemuan yang dituntun oleh aroma rokok kretek khas Indonesia. Pertemuan yang tidak sengaja di stasiun Amersfoort karena cuaca buruk yang melanda. Dari situlah kisah persahabatan ini bermula hingga dari kelimanya sepakat membuat forum milis yang dinamai AAGABAN : Aliansi Amersfort Gara-gara Badai di Netherlands.
Irwansyah Iskandar, Banjar (karena asal Banjarmasin) yang seorang eksmud manajer marketing pada sebuah perusahaan rokok tertantang ejekan Goz untuk meninggalkan kemewahan di Indonesia. Demi Gita, Banjar memutuskan untuk mengejar S2 di Belanda.


Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 7 Mei 2009 saya nganterin temen yang sakit, diduga typus dan DBD ke RS yang berada di jalan Teuku Umar Banda Aceh. Sesampainya di UGD RS tersebut langsung ditangani oleh seorang Dokter Umum. Beberapa keluhan sakit diutarakan oleh temen saya tersebut, sehingga kemudian dokter tersebut merujuk pada dokter spesialis penyakit dalam dan jantung.
